"Sayang Walau Bagaimanapu Kondisi Kamu Itu Semua
Bukan Ukuran Untuk Aku Berhenti Mencintaimu, Kita Berdua Mempunyai Kompanye
Yang Besar, Sehatlah Demi Anak-Anak Kita" karya Acehpol
Aku bersedia untuk mengelola istri dari ujung kaki
mencapai ujung rambut selama kehidupan masih dikandung badan," Jadi
penentuan Safwadi Ishak, 39, suami untuk Siti Rosnah Mohd Isa, 49, yang
melumpuhkan seluruh tubuh di dalam empat bulan yang lalu.
Safwadi tinggal di Indera Mahkota 2 di sini, mengatakan
ia yakin bahwa dengan penentuan Tuhan untuk memilih mereka untuk menutupi
pencobaan.
Dia berkata dia juga yakin ada hikmah insiden setelah 14
tahun menikah.
"Beratnya beban kasus borne, pernah lemahkan gairah
saya untuk terus berada di sisinya.
"Meskipun awalnya dokter mengatakan istri saya tidak
ada tidak ada harapan untuk mendapatkan baik, tapi yang kita ingin semua kami
pulangkan ke atas sana dengan berdoa. Alhamdulillah, dari waktu ke waktu
kesehatannya menunjukkan perkembangan positif dan saya mengharapkan keajaiban
terjadi, "katanya.
Safwadi mengatakan konfirmasi spesialis di rumah sakit
Afzan Ampuan Tengku (HTAA) pembuluh darah di kepala istrinya meledak untuk
mendapatkan gumpalan darah, sehingga operasi harus dilakukan untuk menghasilkan
darah yang bersangkutan.
Dia mengatakan, setelah satu bulan dirawat di HTAA, Siti
Rosnah diizinkan pulang tapi setiap minggu ia membutuhkan fisioterapi, HTAA.
"Dia yang sebelumnya aktif sekarang harus bergantung
pada saya hidup. Saya suapkan makan, mandi, mengangkat, gaun popok setiap hari.
"Ia tidak mampu berbicara. Ketika lapar atau usang,
ia hanya bisa menangis bayi. Untuk menenangkan pikiran saya membawanya jalan
kawasan menggunakan kursi roda, selain naik mobil ke kota, "ia berkata
melakukan bisnis produk kesehatan.
Menurutnya, setelah menerima perawatan, perubahan ini
sudah terlihat ketika istrinya kiri tangan bergerak.
"Cinta saya pernah memudar, seperti menikah pertama
sebelum tetapi tidak pernah menganggap kondisi istri sebagai beban. Dialah
malaikat masih saya dan selalu sampai akhir hidup kita, "katanya, yang
belum diberkati anak.
0 Response to "Pria Ini Senantiasa Merawat Istrinya Yang Sakit. Dia Tetap Bidadari Surga"
Post a Comment